Formulasi Strategis atau yang biasanya disebut dengan perencanaan strategis merupakan proses penyusunann perencanaan jangka panjang. Karena itu, prosesnya menrupakan proses analitis, jadi dalam perencanaan strategis ini analisa-analisa baik pada tingkat korporat maupun pada tingkat bisnis sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk menyusun strategi sehingga sesuai dengan misi, sasaran serta kebijakan perusahaan.
Proses analisis dan pilihan strategis tersebut terdiri atas lima tahap, baik pada tingkat korporat maupun pada tingkat unit bisnis. hal itu disebabkan karena pilihan strategis berasal dari proses analitis untukmengetahui dampaknya dimana yang akan datang terhadap kinerja perusahaan.
Proses Analisis Strategik
1. Tahap Pengumpulan data
2. Tahap analisis
3. Tahap pengambilan keputusan.
.1. Tahap Pengumpulan Data
Tahap ini pada dasrnya tidak hanya sekedar kegiatan pengumpulan data, tetapi juga merupakan suatu kegiatan pengklasifikasian dan pra analsis. Pada tahap ini data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu data eksternal dan data internal.
Model yang dipakai pada tahap ini terdiri atas tiga, yaitu:
1.1 Matris faktor Strategi Eksternal
Matriks evaluasi faktor ekstenal (EFE Matrix) adalah adalah suatu matriks yang menampilkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi organisasi/perusahaan dalam menjalankan usahanya. Matriks evaluasi faktor eksternal (EFE) memungkinkan para perumus strategi untuk meringkas dan mengevaluasi faktor ekonomi, sosial, budaya, demografis, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi, dan informasi (David & David, 2015).
Berdasarkan hasil tabel matriks EFE, didapati bobot skor Bank Permata adalah r untuk faktor eksternal adalah 2,8 yang mana hal ini dapat menghasilkan keuntungan dan peluang dan ancaman yang timbul.
1.1 Matris Faktor Strategi Internal
Setelah faktor-faktor strategis internal suatu perusahaan diidentifikasi, suatu tabel IFAS (internal Factor Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor faktor strategiinternal tersbut dalam kerangka strenght and weakness perusahaan.
Kesimpulan Dengan rating 2,53 bank permata menunjukkan bahwa Bank Permata adalah perusahaan yang dapat memanfaatkan kelebihan di tengah kelemahan yang dimilikinya. bank permata juga terus berproses untuk mengurangi sedikit demi sedikit kelemahannya dengan terus mengembangkan produk sesuai dengan selera masyarakat yang berubah seiring perubahan gaya hidup dan lingkungan . 1.3 Matriks CPM Mengenali kompetitor kita yang sudah ada atau yang baru muncul, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan analisis CPM (Competitive Profile Matrix) . CPM merupakan salah satu dari banyak tool yang bisa digunakan untuk menganalisis dan mengenali kelebihan dan kelemahan kompetitor utama kita. Berikut adalah tabel dari CPM yang sering digunakan SLC MARKETING, INC. untuk membantu para klien:
Dapat dinyatakan bahwa Bank Permaatai. adalah bank yang cukup kuat bila dibandingkan dengan pesaingnya berdasarkan perolehan skor bobot total sebesar 3.66. Hasil matriks profil kompetitif menunjukan bahwa Bank Permata memiliki manajemen yang terbaik diantara Bank Bukopin dan Bank Maspion. Dimana, bank Permata mendapatkan skor 3,66 sedangkan Bank Bukopin 2 dan bank Maspion 2,14 2. Tahap Analisis Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhdapa kelangsungan perusahaan, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut ddengan modell -model kuantitatif perumusan strategi. Sebaiknya kita menggunakan beberapa model sekaligus agar dapat memperoleh analis yang lengkap dan akurat. Model yang dipergunakan adalah sebagai berikut 2.1 Matriks SWOT Alat yang digunakan untuk menyusun daktor-faktor strategies perusahaan adalah matriks SWOT. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. matriks ini juga dapat menghasilakn empat set kemungkinan alternatif strategik. a. Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaaatkan peluang sebesar-besarnya. b. Strategi ST Strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman. c. Strategi WO Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. d. Strategi WT Startegi ini didasarkan pada kegiatan defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang adaserta menghindari ancaman.
Strategi yang diambil adalah a. Strategi SO Memanfaatkan ketersediaan layanan untuk engambil peluang dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dengan membuka tambahan cabang di wilayah terpencil. b, Strategi WO Memanfaatkan Diigitalisasi sebagai sarana pemasran sehingga biaya pemasran dapat diperkecil. c. Strategi ST Memanfaatkan ketersediaan layanan serta kampanye pemasaran guna menghambat new entrace dalam menguasai paar. d. Strategi WT Melakukan pelatihan secara berkala agar SDM semakin berkualitas sehingga tekanan dari konsumen dapat dikurangi. 2.2 Matrisks BCG Metode pendekatan yang paling banyak dipakai untuk analisis korporasi adalah BCG Growth/Share Matriks yang diciptakann pertama kali oleh Boston Consulting Group. Tujuannya : a. Mengembangkan strategi pangsa pasar untuk portofolio produk bedasarkan karakteristik cash flownya b. Mengembangkan portofolio produk perusahaan sehingg jelas kekuatan dan kelemahannya. c. Memutuskan apakah perlu meneruskan investasi untuk produk yang tidak menguntungkan. d. Mengalokasikan anggaran opemasaran produk guna memaksimalkan cash flow jangka panjang e. mengukur kinerja manajemen berdasarkan kinerja produk di pasaran. Matriks BCG terdiri dari matriks yang berukuran 2 baris x 2 kolom atau terdiri dari 4 sel (4 kuadran). 4 sel tersebut pada dasarnya mewakili 4 kategori portofolio produk perusahaan dari 2 dimensi klasifikasi bisnis unit yaitu Relative Market Share (pangsa pasar relatif) dan Market Growth Rate (tingkat pertumbuhan pasar). Kategori-kategori tersebut masing-masing diwakili oleh Bintang (Star), Sapi Perah (Cash Cows), Anjing (Dogs) dan Tanda Tanya (Question Marks).
Stars (Bintang) : Yang termasuk dalam kategori Stars atau Bintang adalah produk atau unit bisnis yang memiliki pangsa pasar yang dominan dan pertumbuhan yang cepat serta menghasilkan uang (pendapatan) yang besar. Ini berarti produk-produk yang dihasilkan merupakan produk-produk terkemuka yang diminati oleh pasar. Perusahaan membutuhkan banyak investasi untuk mempertahankan posisi produk-produk tersebut dan untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut serta mempertahankan keunggulan-keunggulan atas produk tersebut agar dapat tetap bersaing dengan produk kompetitor lainnya. Produk-produk di kategori Bintang ini dapat berubah menjadi kategori Sapi perah (Cash Cows) apabila mereka tetap dapat mempertahankan keberhasilan mereka hingga tingkat pertumbuhannya mengalami penurunan.
Cash Cows (Sapi Perah) : Yang termasuk dalam kategori Cash Cows atau Sapi Perah adalah produk atau unit bisnis yang merupakan pemimpin pasar, menghasilkan uang atau pendapatan yang lebih banyak dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaannya. Produk atau unit bisnis pada kategori ini memiliki pangsa pasar yang tinggi namun prospek pertumbuhan kedepan akan sangat terbatas. Pendapatan yang didapat pada tingkat Cash Cows ini biasanya digunakan sebagai pendanaan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk baru yang masih berada di kategori Question Marks (Tanda Tanya) atau membayar hutang-hutang perusahaan serta membayar dividen kepada pemegang saham. Perusahaan disarankan untuk tetap berinvestasi pada produk-produk dalam kategori Cash Cows ini untuk mempertahankan produktivitas dan kualitas atau dapat juga dijadikan pendapatan pasif bagi perusahaan.
Dogs (Anjing) : Dogs (Anjing) atau juga dikenal dengan istilah hewan peliharaan, yang termasuk pada kategori Dogs ini adalah produk atau unit bisnis yang memiliki pangsa pasar rendah dan mengalami tingkat pertumbuhan yang rendah. Produk-produk pada kategori ini biasanya hanya memberikan kontribusi keuntungan yang sangat rendah atau bahkan harus menderita kerugian. Produk atau bisnis unit kategori Dogs ini umumnya merupakan beban bagi perusahaan karena dapat menguras waktu manajemen dan sebagian besar sumber daya perusahaan. Unit bisnis atau produk yang telah berada pada kategori ini biasanya akan mengalami pengurangan, divestasi ataupun likuidasi oleh manajemen perusahaan.
Question Marks (Tanda Tanya) : Kategori Question Marks kadang-kadang disebut juga dengan problem children atau wildcats). Yang termasuk dalam kategori Question Marks ini adalah produk atau bisnis unit yang memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi tetapi pangsa pasarnya masih sangat rendah. Penghasilan (uang) yang didapat umumnya tidak sebanding dengan biaya-biaya yang dikeluarkan (lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan). Namun karena prospek pertumbuhannya sangat pesat sehingga berpotensi untuk berubah menjadi Stars atau Bintang. Manajemen perusahaan tersebut disarankan untuk tetap berinvestasi pada produk atau bisnis unit yang berada dalam kategori Question Marks ini karena pertumbuhan yang tinggi.
Dari penjelasan 4 kategori pada Matriks BCG diatas, terlihat bahwa analisis matriks BCG memiliki hubungan yang erat dengan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) seperti pada gambar dibawah ini. Strategi setelah Analisis Matriks BCG
Setelah mengetahui posisi produk dan bisnis unit kita berada, tahap selanjutnya adalah menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi pasar dan tingkat persaingan yang ada. Berikut ini terdapat empat strategi yang dapat diterapkan pada bisnis unit atau produk-produk yang berada dalam Matriks BCG.
Berdasarkan matriks BCG posisi Bank Permata berada pada posisi star yang menunjukkan bahwa posisi Bank Permata berada pada pertumbuhan tinggi dan pangsa pasar tinggi. Kategori ini memiliki peluang jangka panjang terbaik untuk keuntungan bagi perusahaan.
2.3 Matriks Space
Mencakup ukuran-ukuran yang mencerminkan kestabilan lingkungan perusahaan, meliputi : perubahan teknologi, tingkat inflasi, hambatan masuk pasar, intensitas persaingan.Matriks SPACE (Strategic Position and Action Evaluation), digunakan untuk evaluasi posisi strategi. Analisa ini merupakan pendekatan yang digunakan untuk menentukan posisi strategi perusahaan dan individu bisnisnya. Ini merupakan pengembangan dari metode portofolio dua dimensi, seperti halnya portofolio produk BCG (Boston Consuling Group) atau metode Mc. Kinsey’s Attractiveness Industry / Company Strength Matrix.
Pendekatan analisa SPACE berusaha untuk mengatasi keterbatasan metode metode lainnya, dengan menambahkan dua dimensi lagi pada matriks. Setiap dimensi dilihat sebagai gabungan dari beberapa faktor yang dievaluasi secara terpisah. Dengan memasukkan sejumlah faktor, manajer dapat melakukan evaluasi alternatif strategi tertentu dari beberapa perspektif, dalam posisi yang lebih baik untuk menentukan strategi yang dipilih.
Analisa SPACE terdiri dari empat input variabel / dimensi yang digunakan, yaitu :
Mencakup ukuran-ukuran yang menunjukan kekuatan finansial yang dimiliki perusahaan, seperti : profitabilitas, likuiditas, aliran uang kas, skala ekonomi.
Mencakup ukuran-ukuran yang menunjukan kekuatan industri / bisnis perusahaan, seperti : potensial pertumbuhan, kemampuam teknologi, produktivitas, intensitas kapital.
Mencakup ukuran-ukuran yang menggambarkan keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan, seperti : kualitas produk, loyalitas pelanggan, pangsa pasar, utilitas kapital.
Kekuatan finansial dan keunggulan bersaing merupakan dua faktor yang menentukan dalam posisi strategi perusahaan, sedangkan kekuatan industri dan kestabilan lingkungan menunjukkan karakteristik posisi strategi industri secara menyeluruh. Pada diagram SPACE faktor-faktor diukur dengan skala -400 sampai +400.
Koordinat vektor direksional sebagai berikut:
Sumbu X : (-3,5) + 5,5 = 2
2.4 Matriks IE Matriks Internal eksternal ini dikembangkan dari model Genral Electric(GE Model). Parameter yang digunakan meliputiparameter kekuatan internal perussahaan dan pengaruh eksternal yang dihdapi. Tujuan peggunaan model ini adalah untuk memperoleh strategi bisnis di tingkat korporat lebih detail. atriks IE disusun berdasarkan kondisi lingkungan internal dan eksternal Bank Permata yang digabungkan dari matriks IFE dan EFE. Berdasarkan hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh skor terbobot sebesar 2,8.Sedangkan hasil analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh skor terbobot sebesar 2,53. 2.5 Matrks Grand Strategi Matriks Grand strategy digunakan untuk mengetahui strategi bisnis yang tepat bagi perusahaan. Internal factor evaluation dan external factor evaluationmerupakan dasar untuk mengetahui strategi bisnis. 3. Tahap Pengambilan Keputusan QSPM merupakan alat analisis yang digunakan untuk memutuskan strategi yang akan digunakan berdasarkan dari kemenarikan alternative-alternatif strategi yang ada. Perhitungan QSPM didasarkan kepada input dari bobot matriks internal ekternal, serta alaternatif strategi pada tahap pencocokan.Pada kerangka perumusan strategi komprehensif QSPM menggunakan input dari analisis Tahap 1 dan hasil pencocokan dari analisis Tahap 2 untuk menentukan secara objektif di antara alternatif strategi. Yaitu, Matriks EFE SWOT, Matriks IFE, yang membentuk Tahap 1, digabung dengan Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks IE, Matriks Grand Strategy, yang membentuk dalam Tahap 2, memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membuat QSPM ( Tahap 3). QSPM adalah alat yang memungkinkan penyusun strategi untuk mengevaluasi alternatif strategi secara objektif, berdasarkan faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya. Seperti alat analisis perumusan-strategi lainnya, QSPM membutuhkan penilaian intuitif yang baik. Secara spesifik, kolom kiri QSPM terdiri atas informasi yang didapat langsung dari Matriks EFE dan Matriks IFE. Pada kolom yang berdekatan dengan faktor keberhasilan kunci, masing-masing bobot yang diterima oleh setiap faktor dalam Matriks EFE dan Matriks IFE dicatat.Baris atas QSPM terdiri atas alternatif strategi yang diturunkan dari Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks IE, dan Matriks Grand Strategy. Alat pencocokan ini biasa menghasilkan alternatif strategi yang mirip. Tetapi, tidak semua strategi yang disarankan oleh teknik pencocokan harus dievaluasi dalam QSPM. Penyusun strategi harus menggunakan penilaian intuitif yang bagus untuk memilih strategi yang akan dimasukkan dalam QSPM.Secara konsep, QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi berdasarkan seberapa jauh faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal dimanfaatkan atau diperbaiki. Daya tarik relatif dari masing-masing strategi dalam satu set alternatif dihitung dengan menentukan pengaruh kumulatif dari masing-masing faktor keberhasilan kunci eksternal dan internal. Jumlah set alternatif strategi yang dimasukkan dalam QSPM bisa berapa saja, jumlah strategi dalam satu set juga bisa berapa saja, tetapi hanya strategi dalam set yang sama dapat dievaluasi satu sama lain. Sebagai contoh, satu set strategi dapat mencakup diversifikasi konsentrik, horizontal, dan konglomerat, sementara set lainnya dapat memasukkan penerbitan saham dan penjualan divisi untuk menghasilkan modal yang dibutuhkan. Dua set strategi ini sangatlah berbeda, dan QSPM mengevaluasi strategi hanya dalam satu set. Alternatif yang dilakukan oleh bank permata yaitu strategi 1 : Melakukan inovasi inovasi baru produk Strategi 2 :Membuka banyak kantor cabang di pelosok
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||










Info aanalisis yg sgt bermanfaat bagi pembaca bisa jd referensi bahan kuliah 👍
BalasHapusAnalisisnya lengkap sekali sangat berguna untuk jadi bahan kuliah
BalasHapusTerimakasih atas infonya, dengan adanya analisis strategi ini dapat dengan mudah mengetahui posisi perusahaan dalam persaingan, sehingga perusahaan dapat menentukan rencana seperti apa yang perlu diterapkan untuk menjadi unggul
BalasHapusAnalisis sudah lengkap dan pembahasannya sudah komprehensif, sehingga akan membantu perusahaan dalam mengevaluasi kinerjanya agar semakin lebih baik
BalasHapusAnalisis yang baik sekali, sangat bermanfaat bagi pembaca, terima kasih
BalasHapusanalisisnya lengkap bermanfaat sekali terima kasih
BalasHapusSeperti diketahui, Elnusa mulai menempatkan dana di Bank Mega Cabang Jababeka,Cikarang, sejak 7 September 2009 hingga mencapai Rp161 miliar. Dana itu terbagi dalamlima bilyet deposito berjangka waktu antara 1-3 bulan.Seluruh dana telah ditransfer Elnusa dan diterima Bank Mega Biaya Transfer Gopay ke Bank
BalasHapus